mY Diary Note: Pesona, PERTH, AUSTRALIA. Part I
Bersih dan indah – itulah kesan pertama yang langsung didapat setibanya Anda di Perth, Australia. Yang terletak 4,5 jam penerbangan dari Jakarta dengan Garuda Indonesia.
Kesan itu akan terus melekat sepanjang kamu berada di ibu kota Negara Bagian Australia Barat, karena Perth memang demikian.
Penduduk Perth kalau tidak salah perkiraanku, hanya sekitar 1,5 juta, jadi agak mudah untuk menjaga kebersihan dan ketertiban kota ini. Kata sopir taxi yang membawa kami ke Sheraton Perth.
Selain itu hukum diterapkan dengan ketat dengan denda yang tinggi disini. Warga mungkin akan berpikir lebih dari dua kali sebelum membuang sampah atau melempar bungkusan ini atau itu dari jendela mobil.
Bayangkan super-bersih dan super-efisien Singapura dan kalikan itu paling sedikit dua kali untuk mendapatkan gambaran umum tentang kota Perth. Katakanlah, Disneyland di kawasan Asia-Pasifik. Warga Perth memang kerap kali bergurau, kemacetan lalu-lintas adalah istilah yang sudah lama ditiadakan.
Tapi orang asing negeri tetangga , tentunya memiliki waktu terbatas untuk mendalami pelbagai sisi, sudut dan permukaan Perth. Namun apa pun profesi kita, dan dengan siapapun kita datang ke Perth, pastikan meluangkan waktu untuk mengunjungi “Kings Park”, mega taman di tengah rimba aspal. hehehe…
Seluas sekitar 400 hektar (menurut teman disana), kawasan tujuan wisatawan itu mengandung pelbagai jenis tanaman dan merupakan jantung dan paru-paru kota Perth. Udaranya yang bersih dan segar mendorong kita untuk ingin berlama-lama di sini seraya menikmati panorama pusat kota dan Sungai “swan” dari ketinggian.
Pilihan tempat menginap menentukan jumlah tempat wisata di Perth yang bisa dikunjungi, dalam waktu yang singkat donk. !!
Bila kita memilih untuk menginap di Sheraton Perth (Adelaide Terrace) yang terletak di jantung bisnis kota tersebut.
itu mungkin bisa membantu kalau kita ingin mengunjungi sebanyak mungkin dalam waktu singkat.
“Swan Bells Tower”, misalnya, suatu menara kaca yang mengandung 12 lonceng dan merupakan hadiah dari orang Inggris kepada warga Perth, letaknya hanya 15 menit berjalan kaki dari Sheraton Perth. Waktu tersebut berlalu tanpa rasa karena kita menelusuri tepi Sungai Swan yang luas dan indah serta sarat dengan kapal pesiar.
Kalau orang indonesia, yang kian di kelilingi mal dan pusat belanja dalam segala bentuk dan dimensi terisi segala macam merek. kita tidak akan terlalu terkagum2 dengan sitkon shopping di Perth, yang terpusat di Hay Sreet dan King Street. Karena kurang lebih hampir mirip saja kok.
(Catatan khusus bagi shopping maniacs: semua toko tutup pada jam lima sore , tanpa ampun. Hehehe…
Namun tetap buka hingga jam sembilan malam setiap hari Jumat)
Dengan satu Australian dollar ekuivalen Rp. 8500 semua barang di Perth terkesan mahal. Kenikmatan paling besar dari jalan-jalan di Hay Street adalah suasananya. Di situ deretan panjang toko-toko dalam bangunan model kuno, jadi paling asik buat foto-foto, tapi sayang, pada waktu itu. Baterai camera saya habis. (T,T) kasihan skali.
Di sana-sini sepanjang jalan bebas kendaraan itu para pengamen gedongan seperti penyanyi opera dan musisi handal memperagakan bakatnya dengan penampilan yang lebih diukur untuk menghibur pejalan kaki ketimbang minta uang imbalan.
Sekian dulu ya…..capek dan lelah mengetik juga,,…nanti saya lanjutkan besok hari, setelah ada kesempatan mengetik “notes/catatan harian” ini.
{to be continued.. besok ya.}
wahhhhhhh…….. ku lupa melanjutkan Traveling Diary nyaaaaaa…. hahaha…,, sorry. *crying* (T_T), apa yahhhh…… banyak yang lupa egh… perlu reminder lagi wa…*one up-big eye* (0,O)”
Photo-photo sedikit , hehe :
Home Page : www.ronaldwals.com

By http://twitter.com/RonaldWaLs








